Wednesday, February 13, 2013

Hansel and Gretel Witch Hunter




Perlu aku beritahukan di sini bahwa aku membaca tulisan witch dengan with, dan ini tertancap dalam otakku bahwa judul di atas berarti Hansel dan Gretel dengan Pemburu, memunculkan pertanyaan dalam otakku, maksud judul film ini apaan sih? Barulah aku sadar bahwa mulut dan otakku meninggalkan huruf c entah dimana sehingga arti dari judul film bisa berubah, dan kesadaran itu datang saat aku duduk di bangku bioskop, mengenakan kacamata 3D. “ooohhhh witch to mbak, bukan with,” bwkwkwkwkwkw contoh kejadian dimana mulut dan otak mengalami konsleting ^_^.



Berdua, aku dan temanku dengan penuh kebimbangan berdiri di depan tulisan -batas antrian- bingung mau nonton Jackie Chan ato Hansel, pertimbangan kami adalah kenaikan harga tiket, 2D 30rb, 3D 35rb (sialan ni bioskop@#$%*!!!!!!!). Setelah perdebatan dan kegalauan panjang, kami putuskan nonton Hansel ajah. Judul film ini mengingatkan kita pada dongeng orang barat, yup sepertinya semua sudah tahu.

Durasi film ini terhitung pendek, sekitar 90an menit. Tapiiii………hati-hati jika anda adalah termasuk orang yang cinta kedamaian dan anti kekerasan (khususnya yang sudah mencapai level fanatic J ), karena adegan dalam film ini membuat mata iritasi, sehingga aku dan temenku beberapa kali harus menutup kacamata 3D kami dengan telapak tangan.
Ceritanya mirip dongeng anak-anak Hansel dan Gretel, tapi di sini dua kakak beradik ini akhirnya malah menjadi pemburu penyihir professional. Lumayanlah……ceritanya tidak perlu dipikirkan. Yang menarik dari film ini (pendapat ini bersifat sangat subjektif J ) adalah gambar yang disajikan, setting lokasi dan makhluk-makhluknya indah banget, yaa orang barat kan ahli banget bikin special effect, aku suka liat trollnya, kaya beneran. Bagiku film ini semata-mata hanya cemilan, tinggal duduk, tidak usah terlalu repot menganalisa cerita, dan nikmati tuh special effect.

Sunday, February 10, 2013

A Company Man



Berawal dengan rasa penasaran kenapa ya si ganteng Yoo Seung Ho bisa dijuluki the little so ji sub? Siapa pula so ji sub itu? Googling…… kulihat wajah sang so ji sub, hmmmmm mirip dari mananya yach? Ku coba cari filmnya, a company man, action ni…..coba nonton aah.

Saat ku nonton film a company man inilah sedikit demi sedikit ku pahami kemiripan antara yoo seung ho dengan so ji sub, tatapan mata, cara tersenyum, cara ngomong, dan bahasa tubuhnya. Mmmmm ya ya ya….aku paham sekarang.

Terasaaaa sekali perbedaan film barat dengan asia. Film aksi sekalipun, akan sarat dengan nuansa drama ketika dibuat oleh orang asia, termasuk film ini. Emmmmm….tidak terlalu bagus menurutku (film ini lho ya), karena ceritanya juga tidak terlalu dalam (apa aku yang terlalu nggak peka ya ^_^). Tetapi ada hal yang keren bgt dari film ini >>>> adegan perkelahiannya bagus banget, terutama yang nggak make pistol ya. Wiiiihhh cepet banget dan lincah, seolah-olah utuh dimainkan oleh sang pemeran utama (tentunya dalam tiap film aksi, ada pemeran pengganti, iya kan?), top deh.

A company man berkisah tentang seorang laki-laki yang bekerja pada sebuah perusahaan berkedok perusahaan metal, tetapi sebenarnya adalah perusahaan penyedia pembunuh bayaran. Bisa ditebak kok sebenarnya alur film ni. Sang pembunh handal (So Ji Sub) mulai mempertanyakan tentang pekerjaannya pada dirinya sendiri, yang pada akhirnya membuat dia mendamba kebebasan. Nggak ada jalan mulus, ternyata ingin berhenti menjadi pembunuh tidak semudah ketika ingin resign di perusahaan pada umumnya. Nah tampillah di layar adegan2 seru yang ku singgung di atas, lumayanlah. Nggak perlu mikir kok nonton film ini. Jadi bisalah buat cemilan di kala senggang ^_^.

The Amazing Spiderman




Aku bukanlah penggemar berat spiderman. Aku menontonnya sesuai selera umur. Film spiderman yang dibintangi oleh Tobey Maguire release saat aku duduk di bangku SMP, yang otomatis menjadi salah satu film yang digandrungi kebanyakan remaja saat itu, termasuk aku. Setelah menikmati 3 film spiderman dengan bintang tersebut di atas, aku mendapat kesan bahwa film ini didominasi oleh atmosfir yang kelam, penuh dengan keputusan2 yang bisa membuat siapa saja depresi (T_T), dan kering akan kebahagiaan. Ya….itu perasaan yang tertinggal usai nonton fim spiderman lama. Satu hal yang tidak bisa kuterima dari film spiderman lama adalah pembuluh mana dari tubuh manusia yang sanggup memproduksi benang laba2, walaupun itu hasil mutan sekalipun, dan harusnya ada pori khusus kan? Di kedua film spiderman terdahulu tiba2 benang laba-laba keluar dari kulit dan langsung tembus kostum entah bagaimana caranya. ^_^ yaaa…..walaupun fiksi ilmiah, 5 % teori beneran, dan sisanya imajinasi (asal banget ngitung prosentasenya hahahaha), tapi entah kenapa aku tetap tidak bisa menerima bagian yang ini, hingga saat ini hehehehe….

Berbeda dengan sekuel spiderman terdahulu, The Amazing Spiderman, ku tonton dengan ekspektasi yang biasa saja, cenderung masih terbawa dengan perasaan ilfil (ilang feeling :D) yang tersisa pasca nonton spiderman lama. Klo bukan karena adekku semangat banget ngopyin ni film, entah kapan ku baru tahu klo film ini layak untuk ditonton. Awalnya kukira konsep film ini kurang lebih sama dengan yang dulu. Tapi ternyata amat sangat berbeda. Garis besarnya masih sama, tetapi disampaikan dengan cara yang lebih menarik, dan manusiawi, juga lebih terlihat tidak melulu kelam. Spiderman dalam The Amazing Spiderman diperankan oleh Andrew Garfield, wajahnya sangat familiar. Setelah googling baru ku sadar klo dia bermain di film The Social Network, The Imaginarium of Doctor Parnassus, dan Boy A. Dan ketidak-terimaanku dengan satu hal di film spiderman lama, terobati dengan ampuhnya di film The Amazing Spiderman. Yup, benang laba2nya nggak keluar begitu saja dari kulit, tetapi dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam alat seperti jam tangan, itu lebih logis. Dialog2nya juga lebih mendekati kenyataan, tidak terlalu didramatisir. Aku puas dengan spiderman ini, merasa lebih baik, bahwa hidup tidak melulu harus dihadapi dengan kaku, dengan pilihan2 muram. Oiya…..sepertinya akan ada sekuelnya juga, soalnya endingnya gitu sih…hmmmm jadi penasaran seperti apa nantinya.

ps: jadi penasaran ma kisah originalnya, alias versi komiknya :D

Tuesday, December 18, 2012

Dancing Queen

Tiap dari kita pasti pernah merasa iri dengan Nobita, 
hehehehe….kok bisa?
Lha dia bisa aja liat masa depan pake alat2 dari kantong ajaibnya Doraemon. 
Wah….kayaknya seru ya tahu bagaimana kita di masa depan. 

Hmmm……coba klo yang ini, kita pengen nonton film yang seru. 
Kita cuma tahu sedikit info yang mengatakan bahwa film ini lumayan. 
Mmmm……bener g nih? Akhirnya berbekal info minim dan keraguan, kita menontonnya,tanpa prasangka dan info berlebihan. 
Dan ternyata bagus. Klo dipikir-pikir sama dengan takdir. 
Kenapa kita tidak diperkenankan tahu sebelum mengalami? 
Karena semua punya porsi dan posisi yang apabila dipadukan dengan timing yang pas, akan menjadi keindahan.  
Tapi semua itu butuh perjuangan dan pilihan sulit. 
Keterbukaan akan mempermudah proses itu, juga kejujuran yang cerdas, hehehe ^_^……
Tulisan di atas terinspirasi dari sebuah film yang berjudul Dancing Queen. 
Tak biasanya aku menonton film tanpa tau apa (beberapa) info (tak sedikit tapi juga tak banyak) yang akan kujumpai di situ. 
Bayanganku film ini memiliki konsep seperti drama musical, atau pure drama. Hihihi…..ternyata aku salah, film ini bagus, 
dibilang ringan……g pas, dibilang berat, g juga, yaa sedeng lah
Cow-cew, suami-istri, 
bukanlah dua makhluk yang punya kewenangan memiliki. 
Seorang cow tidak bisa dikatakan memiliki semua-mua yang ada pada sang istri, saat dia sudah menikahi seorang cew. 
Karena pernikahan bukanlah seperti orang membeli benda lantas kemudian disebut sebagai pemilik benda tersebut. 
Pernikahan adalah dua “aku” yang berdialog (kata Bp. Quraish Shihab). 
Dialog inilah yang seharusnya menciptakan toleransi untuk keduanya. 
Berjalan beriringan, bukannya digandeng untuk diseret. 
Ya kurang lebih ide ini yang bisa ku tangkap dari film Dancing Queen. 
Cocok ni buat tontonan di waktu senggang.

Tanah Surga, katanya....


Tanah Surga
Oleh Salman

Bukan lautan hanya kolam susu, katanya…..
Tapi kata kakekku hanya orang2 kaya yang bisa minum susu
Kail dan jala cukup menghidupimu, katanya…..
Tapi kata kakekku ikan2 kita dicuri oleh banyak Negara
Tiada badai tiada topan kita temui, katanya……
Tapi kenapa ayahku tertiup angin ke Malaysia
Ikan dan udang menghampiri dirimu katanya……..
Tapi kata kakek: Awas!Ada udang di balik batu!
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman, katanya……..
Tapi kata dokter Intel belum semua rakyatnya sejahtera
Banyak pejabat yang menjual kayu dan batu untuk membangun surganya sendiri

Sebuah film yang sangat menyentuh. Miris menyadari begitu banyak ketidak adilan di sekeliling kita. 
Begitu sulitnya keadaan hingga membuang jauh prinsip yang dari awal memang cuma dipegang setengah2, kahanan kata orang Jogja. 
Sudah tidak diragukan lagi jika Dedi Mizwar terlibat dalam sebuah film dengan posisi sebagai apapun, pasti akan menelurkan sebuah sajian yang menarik, full kritikan sosialnya. 
Tanah Surga, Katanya mengambil setting daerah perbatasan Indonesia (Kalbar)-Malaysia. 
Menarik melihat Ringo berperan menjadi seorang dokter, J kebiasaan liat dia dengan peran kocak, bahkan cuma liat wajah dia, diam, sudah bisa bikin ketawa, hahahaha. Tapi lumayanlah dia di film ini. 
Yang membuatku tertarik lagi adalah …… yang berperan sebagai guru, cocok sekali, suara dan pembawaannya pas. 
Anak2 perbatasan diperankan dengan sangat baik oleh …. dkk. Serba cocok liat penempatan aktor dan perannya, right man in the right place J.
Backsoundnya indah, merinding ketika mendengar lagu tanah airku. Benar2 membangkitkan perasaan cinta tanah air. 

Yang sedikit mengganjal pikiranku adalah pemilihan Tissa Biani sebagai adik Salman, 
hmmmmmm…….bapaknya gitu, Salman dah cocok banget tuh ma bapaknya mirip……lha adiknya……wah ibunya pasti cantik luar biasa ^_^. 
Wajah sang adik terlalu bukan anak pedalaman. Tapi okelah g terlalu sering nongol ini, hehehehe……
Film ini disampaikan dengan sederhana, sehingga nyaman ketika melihatnya. 
Gambar dalam film juga diambil dengan sangat indah,hmmmmm nikmat sekali menonton film ini.
High recommended

 

Monday, December 17, 2012

Movie & drama Korsel favorit

Dulu aku berpikir bahwa drama seri Korea Selatan hanya sebelas dua belas dengan sinetron ala Indonesia, dan aku pukul rata untuk movie-nya juga. Beberapa tahun terakhir baru aku tahu bahwa sinema Korsel selalu berkembang positif tiap tahunnya. Dan banyak movie-drama seri yang bagus dan bermakna. Berikut adalah sebagian kecil movie-drama korsel favoritku:

1. The Way Home (movie_2002)>>>family
  
Film ini aku tonton berkali-kali saking bagusnya *hehehehe*.  Di Negara asalnya film ini menjadi box office dan memperoleh banyak penghargaan. Ide cerita dalam film ini sangat sederhana, mengisahkan tentang seorang nenek (diperankan oleh Kim Eul-boon ) dan cucu lelakinya Sang Woo (diperankan oleh Yoo Seung Ho). Melalui film inilah Yoo Seung Ho pertama kali dikenal luas oleh masyarakat di Korea, dan juga aku (*:D hahaha ga’ penting*).







 2. The Host (movie_2006)>>>science fiction
Film korea dengan special effect yang keren. Bercerita tentang mutan mengerikan yang muncul dari danau Han. Film ini didukung oleh aktor2 yang jempolan: Song Kang-ho sebagai Park Gang-du, Byeon Hee-bong sebagai Park Hee-bong, Bae Doona sebagai Park Nam-il dan Go Ah Sung sebagai Park Hyun-seo. Yang ku suka dari film ini adalah kengerian melihat Park Hyun-seo (Go Ah Sung) yang berada di sarang sang mutan. Dia menjadi salah satu mangsa mutan yang sempat selamat. I love her act. Benar2 membuat penonton terbawa seakan-akan merasa ikut menjadi tawanan sang mutan.

     3.   Don’t Tell Papa (movie_2004)>>>family 
    
  Saat melihat film The Way Home kebanyakan orang pasti akan jatuh cinta dengan sosok Yoo Seung Ho kecil. Perasaan jatuh cinta inilah yang akhirnya mendorongku untuk mencari tahu filmografi Yoo Seung Ho (aku nonton The Way Home tahun 2010 ^_^). Wah……memang luar biasa bocah ganteng ini, tidak pernah absen syuting tiap tahunnya, alhasil filmnya banyak banget. Mulailah perburuan film yang dibintangi oleh Yoo Seung Ho, dan wala! aku menemukan Don’t Tell Papa. Hmmmmm…..posternya agak mesum ni, jangan-jangan film “….”? Ternyata……hiks….mengharukan sekali, dan lucu juga. Film ini berkisah tentang seorang lelaki (diperankan oleh Jung Woong-in) dengan latar kehidupan yang tidak bisa dibilang wah. Dia adalah seorang yatim piatu, lulusan SMU, dan bekerja sebagai MC di sebuah klub malam. Dalam film ini Yoo Seung Ho berperan sebagai anak Jung Woong-in. Speechless aku nonton film ini. Seperti benar-benar ayah-anak kandung, seperti bukan cuma akting, luar biasa. Hiks,,,,,,,mengharukan. Bravo bapak sutradara, keren bgt bikin filmnya!!! 
  4. Blind (movie_2011)>>>thriller
   
Perburuan terus berlanjut, dan hampir semua (tapi belum semuanya) film Yoo Seung Ho berhasil ku dapatkan dan ku tonton. Blind release pada bulan Juli 2011, dan langsung menjadi no 1 box office di Korsel sana. Di sini Yoo Seung Ho beradu akting dengan Kim Ha Neul. Alurnya sangat dinamis dan padat, ketegangan dijaga tetap intens, jadi nggak akan bosan saat nonton film ini. Wuiiiih dag dig dug….seru!!!

 
5. Silenced (movie_2011)>>>drama-based on true story
Film ini diadaptasi dari sebuah novel terkenal dengan judul ‘Dokani’ karya Kong Ji Young yang berdasarkan sebuah kasus di daerah Gwangju Korsel. Hhhhh….*menghela nafas dulu*. Nonton film ini membuat dadaku sesak. Begitu banyak ketidakadilan yang diangkat dalam film ini. Nonton film ini berasa pengen ngamuk. Mengisahkan tentang seorang lelaki yang dulunya mahasiswa seni, dia mendapat pekerjaan sebagai guru seni di sebuah sekolah khusus anak2 penderita bisu-tuli. Di sekolah inilah sang guru seni menemukan perlakuan tidak bermoral oleh para pendidik terhadap anak didiknya yang seharusnya dilindungi. Wuiiiihhhh…..bener2 ngamuk aku (*berimajinasi dalam otak njambak-njambak sang penjahat moral*). Yang membuatku hingga sekarang penasaran adalah bagaimana proses pembuatan film ini, dengan melibatkan anak kecil. Aku belum mendapatkan info apakah ketika adegan pelecehan ada peran pengganti atau tidak. Yang jelas aku membayangkan, bahkan walaupun cuma akting, pasti sang anak akan trauma hingga dewasa. Wah salut deh sama semua orang yang terlibat dalam pembuatan film ini

6. Happy Life (movie_2007)>>>family 
    Happy Life membuatku merenung tentang hidup. Bahwa kebahagian adalah sudut pandang kita menyikapi sesuatu. Film ini enak sekali ditonton. Mengalir dan nggak ngoyo. Mengisahkan 3 orang sahabat sejak di bangku kuliah, dan baru dipertemukan kembali saat menghadiri pemakaman sahabat mereka. Hidup tidak akan selalu mulus. Sama dengan ketiga paruh baya ini, hidup mereka berada pada kondisi yang membuat kepala botak. Di tengah-tengah kondisi hidup yang kurang jelas, terbersitlah ide untuk merealisasikan impian masa muda yang dulu layu sebelum berkembang>>>>nge-Band. Ketiga ahjussi ini ternyata punya rasa PD yang luar biasa, hahahaha setelah galau sana sini tentu saja. Hihihihi……lucu, sedih, marah, nano-nano :
)
           7. Ojakgyo Brothers (drama seri_2011)
Luar biasa episode drama seri ini. Rekorku selama ini hanya mentok pada kisaran 16-28 episode untuk drama seri Korea. Nggak sabar. Tapi, bisa-bisanya aku betah memburu drama ini dan ku tonton hingga tamat, walaupun 3 episode terakhir sudah nggak sabar sehingga nontonnya sering dicepetin, hahahaha. Drama seri satu ini tidak hanya berpusat pada 2 tokoh protagonis (biasanya 1 cow 1 cew kan), tapi satu keluarga yang berjumlah 7 orang. Satu per satu kisah 7 orang dalam keluarga ini terangkai hingga tercipta permasalahan yang rumit. Bagus dalam hal membangun konflik, dan pemecahan masalah. Pendekatannya sangat manusiawi. Banyak sisi manusia yang sangat manusia di sini. Tidak ada manusia yang benar2 baik, pasti ada sisi jahatnya, begitu pula sebaliknya. Kok bisa dapet drama seri yang jumlah episodenya ami-amit ini? Aktor pemeran utama dalam film Don’t Tell Papa adalah faktor yag membuat aku penasaran dengan drama Ojakgyo Brothers ini. Ada dia nih, kayaknya lumayan, nyoba nonton 3 episode dulu ah, kenapa tidak….^_^, dan akhirnya berlanjut pada seringnya aku ke warnet, bolak balik buat ngopi drama ini, karena flashku cuma 4 GB, bwkwkwkw…..

      8. God of Study (drama seri_2010)
 Ini nih yang bikin aku kayak ababil (abg labil ^_^;). Wes ga’ bisa lepas dari layar laptop. God of Study adalah drama seri yang bercerita tentang 5 orang siswa SMU dengan peringkat terbawah di kelas yang ingin masuk ke universitas ternama di korsel sana. Klise temanya, from nobody to be somebody. Baguuuusssss  >.<;;; *hahaha lebai amit-amit ^_^*. Ehm…..beneran bagus kok, di sini kita bisa dapet tips belajar yang efektif. Nah kenapa bisa nonton film yang bikin ababil ini. Kenapa lagi kalau bukan gara-gara ada Yoo Seung Ho di sini. Dari sini pulalah aku tahu sosok Go Ah Sung, dan langsung jatuh cinta.